12 Tahun Berdiri, Kabupaten Mamberamo Tengah Aman Bupati RHP Ajak Selalu Masyarakat Bersyukur

Memotong kue HUT Kabupaten Mamberamo Tengah ke 12 oleh Bupati Ricy Ham Pagawak, SH, M.Si bersama Ketua Wilayah Gereja GIDI Wilayah Bogo Pdt. Gat Yikwa


KOBAKMA-Tanggal 21 Juni 2020, Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) genap berusia 12 tahun. Sebagai ungkapan syukur, pemerintah setempat menggelar syukuran yang dihadiri ribuan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gereja GIDI Jemaat Bethel Kobakma, Senin (22/6) kemarin.

Selain dihadiri ribuan masyarakat dan ASN, hadir pula Bupati Ricky Ham Pagawak, SH,M.Si, Wakil Bupati Yonas Kenelak,Sos, Kapolres Mamberamo Tengah AKBP Deni Herdiana, Kejari Wamena dan Ketua Pengadilan Wamena. Pada kesempatan itu, ikut hadir 8 mantan Ketua Klasis Gereja GIDI Wilyah Bogo yang menandatangani rekomendasi berdirinya Kabupaten Mamberamo Tengah kepada tim yang mengurus pemekaran.

Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) mengajak, seluruh elemen masyarakat Mamberamo Tengah untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan, sebab atas penyertaan dan perlindungan-Nya, kabupaten ini tetap berada dalam keadaan aman.

“Kami bersyukur atas penyertaan Tuhan yang luar biasa, sebab mulai tahun pertama hingga tanggal 21 Juni 2020, Kabupaten Mamberamo Tengah genap berusia 12 tahun berada dalam keadaan aman, bekerja dengan damai, kami bisa membangun dan membuat terobosan.Terima kasih kepada Tuhan,”ujarnya.

Menurut Bupati RHP, walaupun Kabupaten Mamberamo Tengah terdiri dari 5 suku yakni Lani, Yali, Walak, Gem dan Taborta, dan saudara-saudara Papua dari pesisir termasuk pendatang boleh hidup berdampingan dan damai.

Untuk itu, bupati dua periode ini meminta seluruh masyarakat Mamberamo Tengah untuk terus bersatu memberikan dukungan kepada pemerintah agar program-program pembangunan boleh berjalan dengan baik demi kemajuan rakyat itu sendiri.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengakui, kehadiran Kabupaten Mamberamo Tengah tidak lepas dari kontribusi gereja lewat rekomendasi yang diberikan kepada tim untuk mengurus pemekaran kabupaten, maka sudah barang tentu pemerintah akan memberikan perhatian untuk pelayanan gereja.

“Perayaan HUT kali ini agak unik, karena kami menghadirkan 8 mantan Ketua Klasis di Wilayah Bogo yang pernah merekomendasi pemekaran kepada tim untuk bekerja. Ini merupakan penghargaan dari anak-anak kepada mereka, sebab mereka sudah berpikir jauh sehingga kabupaten hadir dan bisa dinikmati rakyat Mamberamo Tengah. Mereka hadir sebagai ucapan terima kasih atas apa yang sudah mereka lakukan,” imbuhnya.

Menurutnya, dari 8 klasis yang memberikan rekomendasi, satu berada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya, dan satunya lagi berada di Kabupaten Tolikara.”Walaupun kedua klasis berada di wilayah kabupaten yang berbeda, namun kita tetap satu di dalam gereja,” ucapnya.

Mantan Penjabat Bupati pertama Kabupaten Mamberamo Tengah, David Pagawak, S.Sos, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ricky Ham Pagawak sebagai bupati defenitif pertama yang sudah bekerja membangun kabupaten Mamberamo Tengah hingga hasilnya bisa terlihat saat ini.

“Pembangunan infrastruktur terus digenjot hingga akses jalan bisa tembus ke ibu kota kabupaten maupun ke distrik-ditrik, begitu pun dengan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya,” katanya.

Dia berharap, dengan HUT ke-12 ini, pemerintah terus bekerja keras membangun kabupaten Mamberamo Tengah demi memajukan kesejahteraan masyarakat. (Kominfo).