Bupati RHP Pastikan Bantuan Gereja Tidak Terkait Politik

ERAGAYAM-Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, SH.,M.Si menegaskan bantuan yang diberikan kepada gereja tidak terkait politik pada 2024 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) pada peletakan batu pertama pembangunan empat Gereja GIDI di Kampung Bogomambor Distrik Eragayam Mamberamo Tengah, Jumat (3/7/2020).
Menurut Bupati RHP, sejak dilantik sebagai bupati bersama Wakil Bupati Yonas Kenelak pada periode pertama tahun 2013 silam sudah membantu gereja baik itu membangun gereja, kantor klasis maupun memberikan mobil untuk menunjang operasional mereka.
“Bantuan yang diberikan untuk membangun gereja, kantor klasis maupun mobil bukan untuk Gereja GIDI saja, namun juga untuk beberapa dedominasi lain seperti GKI, Katolik maupun GJRP yang ada di Kabupaten Mamberamo Tengah,” ujarnya.
“Ini merupakan bagian komitmen kami sejak dilantik, jadi tidak ada hal-hal politik didalamnya, saya sudah mengawalinya diawal pelantikan sebagai bupati. Dan akan mengakiri massa jabatan nanti dengan tetap mengerjakan pekerjaan Tuhan,” tambahnya.
Bupati RHP menuturkan, untuk tahun ini saja, selain membantu pembangunan dua gedung Gereja GIDI di Distrik Eragayam, ada juga Gereja GKI di Distrik Megambilis dan Gereja Katolik di Distrik Ilugwa.
“Pembangunan dua Gereja GIDI di Distrik Eragam, maupun Gereja GKI di Megambilis dan Gereja Katolik di Ilugwa sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah, setelah kita bangun akan menyerahkan kunci kepada jemaat gereja masing-masing,” ucapnya.
Masih menurutnya, apa yang dilakukan ini tidak hanya sebagai bupati semata,tetapi juga sebagai anak injil maupun yang besar dan lahir di Gereja GIDI.
“Saya lahir dan besar di Gereja GIDI dan jemaat saya pun jelas, saya orang GIDI bukan orang lain, sehingga dengan rasa beban moril yang besar saya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang juga menjadi beban rakyat saya” imbuhnya.
Untuk itu, bupati dua periode ini meminta berbagai pihak maupun jemaat, untuk tidak menafsirkan bantuan-bantuan untuk gereja adalah untuk mencari panggung politik, sebab pilkada masih jauh.
Baginya, apa yang dilakukan ini agar jemaat yang juga adalah masyarakat merasakan pemerintah hadir juga untuk mereka. Salah satunya dalam membantu pembangunan gereja.